TRIBRATA KAMI POLISI INDONESIA : 1. BERBAKTI KEPADA NUSA DAN BANGSA DENGAN PENUH KETAQWAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA; 2. MENJUNJUNG TINGGI KEBENARAN KEADILAN DAN KEMANUSIAAN DALAM MENEGAKKAN HUKUM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG UNDANG DASAR 1945; 3. SENANTIASA MELINDUNGI MENGAYOMI DAN MELAYANI MASYARAKAT DENGAN KEIKHLASAN UNTUK MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Polres Payakumbuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polres Payakumbuh. Tampilkan semua postingan

RAZIA BALAPAN LIAR, POLISI AMANKAN PULUHAN RANMOR R2

Written By Unknown on Kamis, 21 Mei 2015 | 00.35

Puluhan kendaraan roda dijaring Jajaran Satuan Lalu Lintas selama sepekan terakhir. Razia terhadap remaja yang diduga kerap melakukan Balapan Liar di Jalan Lingkar Selatan Kelurahan Pakan Sinayan Kecamatan Payakumbuh Barat tersebut dilakukan Polisi terkait laporan masyarakat dengan aksi balap liar yang sudah meresahkan dan mengganggu pengguna jalan. 

Dari razia tersebut, Polisi juga menemukan satu botol minuman keras jenis Countru, yang sudah kosong dilokasi Balap liar. Polisi menduga mereka yang kerap menggelar balapan liar selalu menenggak miras tersebut jelang mengadakan pacuan. 

"Dari Beberapa kali kita melakukan razia balap liar di jalan utama Kota Payakumubuh (Sukarno Hatta), kita berhasil mengamankan sekitar 24 kenderaan bermotor dengan knalpot racing. Razia kita lakukan untuk menindaklanjuti banyaknya pengaduan masyarakat akibat diresahkan oleh bunyi knalpot dimalam hari”. Sebut Kapolres Payakumbuh AKBP. Yuliani, didampingi Kasat Lantas AKP. Herman, Kamis sore (21/5) saat memantau barang bukti sepeda motor.

Sebahagian besar dari kenderaan yang berhasil diamankan itu sudah tidak lengkap lagi secara fisik, dalam artian sudah dipermak. "Kita sudah lakukan uji rangka, apakah masih betul atau tidak. Sebab, waktu kita amankan puluhan kenderaan ini sudah ditinggal begitu saja oleh pemiliknya dilokasi balapan liar itu,". Tambah Yuliani. 

Walau begitu, Kapolres meminta agar pemilik kenderaan datang menjemput motornya dengan menunjukkan surat-surat kenderaan. "Kita minta bagi pemilik kenderaan untuk datang mengambil motornya ke Polres, bawa surat-surat yang ada," tuturnya menghimbau kepada pemilik kenderaan. 

Kapolres bertekat akan terus melakukan penertiban bagi pelaku balapan liar yang sudah menjadi penyakit meresahkan ketentraman masyarakat sekitar lokasi balapan. 

Dari puluhan kendaraan tersebut, banyak yang mengunakan knalpot racing, tidak memasang nomor Polisi, serta tidak memasang lampu depan dan belakang. Kedepan razia serupa akan terus dilakukan untuk mengantisipasi balapan liar dan kejahatan jalanan.
 
Sumber: padang crime

3 PENGEDAR SABU DIRINGKUS

Written By Unknown on Jumat, 15 Mei 2015 | 00.21

Satuan Tugas Anti Narkoba yang dibentuk Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani untuk menyukseskan Program Kerja 100 Hari Kapolri Jenderal Badroidin Haiti, meringkus tiga pria yang diduga kuat sebagai pendengar narkoba jenis sabu-sabu.

Mereka yang ditangkap itu masing-masing berinisial ES, 25 dan OWS, warga Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota. Kemudian, IH, 30, warga Nagari Barulak, Kecamatan Tanjuangbaru, Kabupaten Tanahdatar.

“Ketiga pengedar sabu-sabu ini ditangkap Satugas Tugas Anti Narkoba, sepanjang Senin (11/5) hingga Selasa (12/5) lalu,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani didampingi Kasat Narkoba AKP Russirwan kepada sejumlah wartawan, Kamis (14/5).

Dijelaskan AKBP Yuliani yang merupakan satu dari lima Kapolres Wanita di Indonesia, penangkapan terhadap ketiga pengedar ini berawal dari ditangkapnya tersangka ES, 25, oleh masyarakat di Lubuakaluang, Pariaman, karena diduga melakukan kasus asusila. 

ES yang sudah lama masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Payakumbuh karena terkait kasus narkoba, kemudian dijemput anggota Satgas Anti Narkoba Polres Payakumbuh ke Polsek Lubukalung. Setelah dijemput, ES yang memiliki tubuh penuh tato rupanya tak mau dipenjara sendiri. 

ES kemudian menyebut beberapa temannya yang terlibat bisnis narkoba di Payakumbuh. Beberapa nama yang disebut ES itu ‘dipancing’ anggota Satgas Anti Narkoba untuk melakukan transaksi di SPBU Ngalau Indah, Selasa (12/5).

Dua orang di antaranya, yakni OWS dan IH, akhirnya benar-benar datang ke SPBU Ngalau Indah untuk mengantarkan sabu-sabu kepada calon konsumennya. Saat itulah anggota Satgas Anti Narkoba yang melakukan penyamaran, langsung menyergap mereka.

Penyergapan itu mendapat perhatian dari pegawai SPBU, masyarakat dan pengemudi kendaraan yang hendak mengisi bensin atau solar. Setelah disergap, OWS dan IH, kemudian diperiksa. Sayang, hanya ditemukan satu paket sabu-sabu dari mereka. 

Hingga saat ini, menurut AKBP Yuliani didampingi AKP Russirwan, kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan tiga tersangka, masih terus dikembangkan. Tidak tertutup kemungkinan bakal ada tersangka tambahan.

“Kami masih melakukan pengembangan,” tukuk AKP Russirwan yang akrab dipanggil Ayah. 
 
Sumber: koran padek

LIMBUKAN SUDAH PUNYA 111 NINIK MAMAK KEPALA KAUM

Written By Unknown on Rabu, 06 Mei 2015 | 23.33

Nagari Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, saat ini sudah punya 111 ninik mamak kepala kaum, menyusul dikukuhkannya 15 ninik mamak baru dalam acara baralek batagak penghulu, di halaman Balai Adat Nagari Limbukan, Rabu (6/5). Alek batagak penghulu itu dihadiri langsung Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno Dt Rajo Bandaro Basa bersama Walikota Payakumbuh Riza Falepi Dt. Rajo Kaampek Suku dan Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam.

Kemudian juga hadir Ketua LKAAM Payakumbuh diwakili J Dt Tan Mamad, Ketua-Ketua KAN dari 8 nagari di Payakumbuh, Ketua TP-PKK Sumbar Ny Nepi Irwan Prayitno, Ketua TP-PKK Payakumbuh Ny Henny Riza Falepi, Kapolresta AKBP Yuliani, SH, Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Heri Sumitro SPd, sejumlah anggota DPRD Dapil Payakumbuh Timur, sejumlah pimpinan SKPD, bundo kanduang serta ratusan anak nagari Limbukan.

Pengukuhan atau memandu pembacaan sumpah ke-15 ninik mamak baru itu, dilakukan Dt. Mogek Basa nan Hitam. Untuk selanjutnya Gubernur Irwan Prayitno bersama Walikota Riza Falepi Dt. Kaampek Suku serta anggotaMuspida lainnya, secara bergantian menyisipkan keris kepada ninik mamak baru tersebut.

Kelima belas penghulu yang dikukuhkan tersebut terdiri dari 10 ninik mamak mangombang nan talipek, 4 ninik mamak iduik bakarelaan, dan seorang ninik mamak guntiang sibabaju lalu mambangun soko baru.

Nama-nama penghulu baru itu masing-masing Amril Djailani Dt Paduko Saruanso, Deni Mardinus Dt Kakondo Marajo, Ananda Putra Dt Mangkuto Bosa, Mira Heldi Dt Bijayo, Rahimi Dt Sati Nan Putiah dan Agusmen Dt Bagindo Mudo, keenamnya dari pasukuan nan IX.
Kemudian, Hazmil Fikri Dt Bosa Dirajo, Wazirman Dt Sinan Putiah, Noviardi Dt Simarajo Lelo Nan Panjang, Riswenfil Dt Rangkayo Mulia, Nasrul Dt Paduko Sati, Syamsuardi Dt Parmato Nan Balobiah, keenamnya dari pasukuan IV ninik. Berikutnya, M.Alif Dt Bagindo Sinjato dari pasukuan Bendang Malayu, serta Lulhamdi Dt Mogek Bosa Nan Putiah dan Permata Budi Dt.Mogek Bosa Nan Hitam dari pasukuan Bodi Caniago.

Gubernur Irwan Prayitno Dt Rajo Bandaro Basa, Walikota Payakumbuh Riza Falepi Dt. Rajo Kaampek Suku, mengajak seluruh ninik mamak di kota ini berperan aktif menggerakkan dan memajukan pembangunan, mulai dari nagari sampai ke tingkat kota dan provinsi. Menurut gubernur, bahwa adat itu ada dan melekat pada setiap individu yang harus dijadikan budaya disetiap nagari.

Tugas dan fungsi ninik mamak itu, kata gubernur, harus benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernagari. Jangan sampai ada di antara ninik mamak hanya memakai gelar kepala kaum saja. Habis dilantik, tak menjalani amanah yang disandangkan kepada dirinya. Karena itu, pemprov dan pemko siap memfasilitasi ninik mamak, untuk kembali memfungsuikan peran ninik mamak itu di tengah anak kemenakan dan di tengah nagari.

Karena menurut gubernur dan walikota, jika semua ninik mamak telah menjalankan tugas dan fungsinya di tengah masyarakat dan anak kemenakan, maka beban tugas pemerintah akan menjadi ringan. Gubernur mencontohkan, jika terjadi sengketa tanah atau perseteruan lainnya, tidak akan ssmpai ke pihak aparat penegak hukum, jika persoalan di tingkat nagari dapat diselesaikan oleh ninik mamak bersangkutan.

Karena itu, semangat persaudaraan, kekarabatan dan bernagari itu mari dipelihara dan ditingkatkan. Peran lembaga adat, seperti KAN dan LKAAM, benar-benar difungsikan, agar terpelihara sinergisitas antara pemerintah dengan ninik mamak, dalam membangun nagari di Minangkabau ini, simpulnya.

Ketua LKAAM Payakumbuh diwakili Dt Tan Mamad, dalam sambutannya, siap memfungsikan seluruh unsur ninik mamak pemangku adat untuk meningkatkan perannya. Milakukan inter-aksi dengan seluruh lembaga adat, ninik mamak serta bundo kanduang dan unsur lainnya.

POLISI BONGKAR RUMAH BERKEDOK PROSTITUSI TERSELUBUNG

Diduga sebagai sempat pesta Narkoba, sebuah rumah di RT 02 RW 01 Kelurahan Padang Tiakar Hilir Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh. Di grebek anggota Satuan Reserse Narkoba Polres setempat dibawah komanda Kasat Resnarkoba, AKP. Russirwan. Namun sayang, setelah melakukan penggeledahan ke seluruh bagian rumah permanen tersebut, anggota polisi berpakaian preman tidak menemukan narkoba jenis apapun. 

Dirumah tersebut, Polisi malah mengamankan sepasang pasangan bukan muhrim (diduga PSK dan lelaki hidung belang. Red), sementara pasangan lainnya berhasil melarikan diri, meski sejumlah kendaraan roda dua mereka terparkir dihalaman rumah yang di grebek tersebut. Penggrebekan tersebut dilakukan atas informasi dari warga sekitar yang resah dengan kegiatan dirumah tersebut. 

Mendapatkan informasi ada dugaan pemakai narkoba di salah satu rumah warga tersebut, AKP. Russirwan yang mengaku mendapat perintah langsung dari Kapolres, melakukan penggerebekan pada Rabu (6/5). 

"Semula Kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa disinyalir ada dugaan pemakai narkoba di rumah ini, namun setelah kita lakukan penggerebekan kita hanya menemukan pasangan mesum," sebut Kapolres Payakumbuh AKBP. Yuliani melalui Kasat Narkoba AKP Russirwan, Rabu (6/5) sore di lokasi penggerebekan. 

Sepasang pelaku mesum yang berhasil diamankan, YM (27) asal Kota Payakumbuh bersama pasangan mesumnya PJ (30) yang tinggal di Payakumbuh. Kepada Polisi PJ, mengaku sudah 4 kali melakukan perbuatan terlarang itu dirumah IW.Ibu satu anak itu mengaku satu kali melakukan hubungan layaknya suami isteri dibayar Rp 150 ribu. "Sudah empat kali pak, ya dibayar Rp 150 ribu pak," ucapnya menyebut dirinya melakukan perbuatan itu tanpa sepengetahuan suaminya yang bekerja di Kota Padang, dan dilakukannya demi menutupi biaya hidup, "saya sedang kepepet," sebutnya kepada polisi.

Pemilik rumah IW bersama suaminya H, hanya tertunduk lemas saat polisi melakukan penggerebekan dirumahnya. Dengan berhati lapang sisaksikan ketua RT dan LPM setempat dirinya memperlihatkan semua apa yang ditanyakan polisi.Disamping mengamankan sepasang mesum dilokasi, Polisi juga menyita barang bukti 5 handphone berbeda merek, 2 pisau 1 senter, 1 pisau berbentuk pistol, 21 kondom merek sutra, 2 kotak tisu super magic di kamar kecil yang khusus disediakan pemilik rumah untuk para tamunya. 

Kemudian juga mengamankan ungan tunai Rp 150 ribu, obat merek piroxicam yang dugunakan pemilik rumah sebagai obat elergi, kemudian 4 botol miras jenis cointreau.
"Kita amankan sepasang diduga mesum dan barang bukti terkait aktifitas yang dilakukan disini, dan kita juga amankan 6 kenderaan bermotor," jelas Kasat.

Atas penggrebekan tersebut, Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Padang Tiakar, Jayusman, menyebut bahwa masyarakat sekitar sebenarnya sangat resah dengan aktivitas yang dilakukan pemilik rumah yang diduga menyediakan lokasi tempat berbuat maksiat bagi orang lain." memang sudah lama kegiatan ini sudah lebih 2 tahun, dan kami masyarakat sangat resah dengan adanya aktivitas yang dilakukan disini, tapi bagaimana kami akan melakukan penggerebakan, kami tidak punya kekuatan apa-apa, makanya kami masyarakat RT 02 mengucapkan terimakasih kepada Polisi yang sudah melakukan penggerebekan dirumah ini," jelasnya saat menyaksikan penggerebekan.

Sementara, Ketua LPM setempat, Khairul Kayo, yang juga mantan anggota DPRD Kota Payakumbuh, dengan tegas menyebut sangat mendukung dengan apa yang dilakukan polisi. Menurutnya, masyarakat setempat sudah resah denga aktivitas lalu lalang orang disini tetapi tidak melapor.

"Kita resah karena, masyarakat yang datang itu tidak melapor kepada RT setempat. Jadi kami mendukung penuh langkah polisi melakukan penggerebekan ini," sebutnya mendukung apa yang dilakukan polisi. 
 
Sumber: padang crime

DIDUGA BERJUDI, 5 WARGA DIBEKUK POLISI

Written By Unknown on Rabu, 22 April 2015 | 00.49

Lima orang penjudi jenis koa, togel dan barang bukti uang taruhan sekitar Rp. 4 juta rupiah diamankan Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dalam sebuah operasi yang digelar Selasa (21/4) sekitar pukul 17.00 Wib. Penangkapan para tersangka berhasil dilakukan berkat informasi warga yang resah dengan aktivitas perjudian tersebut.

Hingga, Satreskrim dibawah komando AKP. Adek Chandra dan anggota Opsnal Reskrim melakukan penangkapan terhadap para tersangka disebuah rumah warga yang juga dijadikan warung. Penangkapan tersebut dilakukan Dirumah warga bernama, Musrizal (45) warga Kelurahan Limbukan Kecamatan Payakumbuh Selatan. 

Kelima warga yang diamankan tersebut, Dedi Rusli (37) petani, warga Jorong Koto Baru Kenagarian Situjuah Bandar Dalam Kabupaten Lima Puluh Kota (penjual togel sekaligus ikut bermain judi koa. Red), Purwadi (45) warga Kelurahan Limbukan Kecamatan Payakumbuh Selatan (bermain judi), Doni Falboy (44) warga Situjuah (bermain judi),Eka Putra (44) juga warga Situjuah, (bermain judi) dan Musrizal (45), Warga Limbukan (pemilik kedai pemasang togel). Setelah ditangkap tanpa perlawanan, para tersangka diamankan ke Mapolres Payakumbuh di Kawasan Labuah Silang.

" Atas laporan masyarakat, kita berhasil mengamankan lima orang warga dari berbagai tempat, mereka kita amankan karena diduga melakukan perjudian. Selain itu kita juga mengamankan barang bukti uang yang diduga sebagai taruhan senilai 4 juta, kartu ceki koa". Sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Yuliani didampingi Kasat Reskrim, AKP. Adek Chandra dan KBO Reskrim, Ipda. Elvis Susilo, Rabu Siang (22/4) di Mapolres. 

Hingga kini kelima tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolres Payakumbuh untuk penyelidikan lebih lanjut. Kelima tersangka terancam hukuman 3 tahun penjara karena melanggar pasal 303 KUHP tentang perjudian.

WAWAKO MONITOR DARI CCTV, UN DI PAYAKUMBUH BERJALAN LANCAR

Written By Unknown on Selasa, 14 April 2015 | 23.25

Pelaksanaan ujian nasional (UN), tingkat SLTA di Kota Payakumbuh, hari pertama, Senin (13/4),berjalan lancar. Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muchtar bersama Kepala Disdik H. Hasan Basri Sy, S.Pd, Kapolres Kota Payakumbuh Yuliani dan Kepala Kantor Kemenag Drs. Asra Faber, ikut mengawasi jalannya UN tersebut, dari ruang kepsek lewat CCTV sepanjang Senin kemarin, tidak ada laporan gangguan pelaksanaan UN. Semuanya, berjalan sebagaimana mestinya.

Wawako Suwandel berharap, hingga berakhirnya UN, Rabu (15/4) nanti, seluruh siswa yang mengikuti UN, dapat menjalani kegiatan tersebut dengan baik. Lebih dari itu, seluruh siswa mampu menjawab soal-soal UN dengan sempurna, sehingga beroleh hasil yang terbaik dan mampu melewati nilai standar kelulusan yang diharapkan pemerintah.

Keterlibatan orang tua, disebut Wawako, amat menentukan sekali terhadap keberhasilan UN. “Kita tidak hanya mengejar sukses pelaksanaan, tapi juga berharap mutu UN yang berkualitas, dengan indek prestasi siswa di atas rata-rata nasional,” tegasnya.

Sekolah yang dikunjungi Wakil walikota, dalam pelaksanaan UN itu, SMAN 1 di Tiaka, Payakumbuh Timur. Kemudian dilanjutkan ke MAN 3 Payakumbuh dan terakhir SMKN 3 Kota Payakumbuh.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Hasan Basry peserta UN SMA 1.437 orang, SMK 1.717 orang dan MA 436 orang dengan jumlah pengawas 436 orang yang tersebar di 18 sekolah penyelenggaraan.

Wakil Walikota Suwandel Muchtar dan rombongan hanya mengawasi di luar kelas yang tampak sunyi dari suara siswa. 

Sementara itu, sejumlah aparat kepolisian yang bertugas, tampak berjaga, melakukan pengawasanUN. Di SMAN 1, Wakil walikota memonitor siswa ujian nasional dari ruang kerja kepala sekolah lewat CCTV. Wakil Walikota senang, siswa SMAN 1 tampak serius menjalani UN.

6.526 PELAJAR DIAWASI 802 GURU

Written By Unknown on Senin, 13 April 2015 | 23.18

Kendati ujian nasional (UN) yang dilaksanakan pemerintah tahun ini tidak lagi menjadi penentu utama kelulusan siswa-siswi.

Namun Dinas Pendidikan Payakumbuh dan Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota beserta Kantor Kementerian Agama kedua daerah, tetap melakukan pengawasan ekstra terhadap para pelajar SMA/SMK/MA yang mengikuti UN mulai Senin (13/4) ini hingga Rabu (15/4) lusa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh Hasan Basri dan Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota Radimas, pelajar SMA/SMK/MA yang akan mengikuti UN pada tahun ini berjumlah 6.526 orang (bukan 4.215 sebagaimana tertulis dalam pemberitaaan sebelumnya). 

Dengan rincian, 3.560 orang merupakan pelajar Payakumbuh dan 2.966 orang pelajar di Limapuluh Kota. Di Payakumbuh, dari 3.560 pelajar yang akan ikut UN, sebanyak 1.437 orang merupakan siswa-siswi SMA, 1.717 orang pelajar SMK, dan 406 pelajar MA. 

”Mereka akan ujian di 18 sekolah,” kata Hasan di dampingi Kabid SMP/SMA AH Agustion. Sedangkan di Limapuluh Kota dari 2.966 pelajar yang akan ikut ujian, sebanyak 2.059 orang adalah pelajar SMA, 700 orang pelajar SMK, dan 207 pelajar MA.

”Mereka berasal dari 19 sekolah,” kata Radimas di dampingi Kabid Pendidikan Menengah Nasrul Arpi. Menyinggung soal pengawasan UN tahun ini, Hasan Basri dan Radimas menyebut, Disdik Payakumbuh dan Disdik Limapuluh Kota akan mengerahkan 802 tenaga pengawas.

Dengan rincian, Payakumbuh memakai 436 pengawas dan Limapuluh Kota 366 pengawas. Para pengawas merupakan guru yang diacak penempatannya.

Baik Hasan Basri maupun Radimas, sama-sama berharap para pelajar dan pihak sekolah di Luak Limopuluah mengutamakan kejujuran, walau UN tak lagi menjadi penentu kelulusan. Semua pihak juga diminta mengontrol dan memotivasi pelajar.

Dikatakan Radimas dan Hasan, jauh hari sebelum UN, seluruh sekolah dan jajaran Disdik sudah mengajak siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi UN ini.

Mudah-mudahan hasilnya lebih baik dari pelaksanaan UN tahun sebelumnya, sehingga siswa yang lulus mampu bersaing memasuki perguruan tinggi nasional di Indonesia.

Masih terkait dengan pelaksanaan UN, Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani dan Kapolres Limapuluh Kota Tri Wahyudi menyebutkan bahwa kepolisian resort kedua daerah akan melakukan pengamanan secara tertutup dan terbuka terkait soal-soal UN yang disimpan di gudang Disdik maupun yang sudah didistribusikan ke polsek-polsek.

”Kami di Polres Payakumbuh mengerahkan 72 personel di luar personel Polsek-Polsek. Mereka dikoordinir Kabag Ops Kompol Yoserizal yang akan mengamankan soal dan memastikan proses UN berjalan lancar,” kata AKBP Yuliani.
Sedangkan Polres Limapuluh Kota mengerahka 25 personel, termasuk anggota Polsek.
 
Sumber: Koran Padek

KUNJUNGAN MENTRI KESEHATAN KE PAYAKUMBUH

Written By Unknown on Selasa, 07 April 2015 | 23.28

Menkes Prof. Dr. Dr. Nila F Moeloek, SpM (K) mengapresiasi Walikota Riza Falepi dan Ketua TP-PKK Payakumbuh Ny. Dr. Henny Riza Falepi, yang sukses melanjutkan program kesehatan yang dilakukan Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain sebelumnya.

Program sanitasi dan air bersih yang dilakukan pada saat pemerintahan Josrizal, telah meletakkan fondasi kuat dalam program kesehatan.

Menkes sangat senang, sukses tersebut terus berlanjut, ketika kota ini dipimpin Riza Falepi. Mudah-mudahan, apa yang dilakukan kedua kepala daerah ini, akan membawa perubahan besar bagi  pembangunan kesehatan di Payakumbuh ke depan.

Sebelumnya, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, dalam sambutannya mengatakan, selain melanjutkan program kesehatan pemeritahan sebelumnya, dengan dukungan DPRD, pemko  akan menekan jumlah penderita penyakit degeneratif di Payakumbuh.

Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani, SH ikut mendukung target zero ODF (open deputation free)  atau stop buang air besar sembarangan, sudah menjadi agenda Payakumbuh dalam tahun 2015 ini Solusinya, dengan membangun MCK plus+ dan septictank komunal pada kelurahan. Bersama Pokja Kota Sehat dan Forum Kota  Sehat, pemko akan melakukan razia terhadap jamban yang masih ada di atas kolam ikan dan Polres Payakumbuh ikut merazia jajanan tidak sehat di wilayah hukum polres Payakumbuh.
 
Menurut Riza Falepi, tahun 2015 ini, Payakumbuh akan ikut penilaian Kota Sehat Swastisaba Wistara. Gelar Kota Sehat Swastisaba Wistara itu sudah dua kali diraih Payakumbuh, yaitu di tahun 2011 dan 2013.  Tahun 2015, penghargaan yang sama harus kembali direbut. Dalam menjalankan program, Dinas Kesehatan punya motto Sikat Habis (Selalu Ingin Kesehatan Anda Terpelihara, Harus Bisa). Motto itu, harus terpatri di sanubari petugas puskesmas.

Peringatan Hari Kesehatan Sedunia itu ditandai dengan penandatanganan prasasti  Terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan. Jajaran Dinkes Payakumbuh, juga menampilkan opera Bebas BABS yang cukup komunikatif dan mengundang decak kagum.  Kemudian, kader kesehatan, pokja, forum kota sehat dan generasi muda, memecahkan kendi, tanda berkomitmen tidak BABS.  Sementara itu, Bupati Pessel Nasrul Abit dan Bupati  Mentawai diwakili Sekdakab, menerima bantuan kelambu anti nyamuk. Kemudian Walikota Riza Falepi juga menerima bantuan kidposbindu dari Menkes.

Usai peringatan Hari Kesehatan Sedunia di Medan nan Bapaneh itu, malam harinya Menkes dan rombongan berkesempatan  menikmati kuliner malam di pusat kuliner di Jalan Sudirman  Kota Payakumbuh.  Sambil menikmati hidangan khas Payakumbuh, Menkes menerima komitmen pedagang kuliner untuk memperhatikan kebersihan dan makanan yang sehat untuk dikonsumsi masyarakat dan tamu yang datang.

TERLILIT HUTANG, TAM LAKUKAN PENGGELAPAN

Written By Unknown on Selasa, 31 Maret 2015 | 23.56

Seorang wanita muda berinisial TAM (33) diamankan Jajaran Sat reskrim Polres Payakumbuh Selasa (31/3) Pukul 08.30 WIB pagi di Kota Padang. Wanita tersebut diamankan Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Payakumbuh karena Diduga melakukan penggelapan satu unit Mobil merek Avanza warna putih dengan Nomor Polisi BA 1082 MP milik seorang oknum PNS di Kota Payakumbuh. Tersangka diamankan berdasarkan laporan Marlis Djalinus (52) warga Koto Tangah, Nagari Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota dengan LPK 111/III/2015/res/ 20 Maret 2015, tindak pidana penggelapan Mobil Avanza. 

Dengan terlapor seseorang wanita berinsial TAM (33), asal Padang Taiakar, Payakumbuh. 

Berdasarkan laporan itu, Satreskrim lansung melakukan pengintaian terhadap pelaku, sehingga diketahui jika TAM berada di Padang, sehingga dijemput Selasa (31/3) pagi. Kemudian terlapor lansung diamankan ke Polres Payakumbuh bersama dengan satu unit mobil hasil dugaan penggelapan. 

"Tersangka kita amankan berdasarkan laporan seorang PNS yang menjadi korban penggelapan oleh tersangka. Tersangka kita amankan tanpa perlawanan. Selain itu kita juga berhasil mengamankan barang bukti 1 unit mobil”. Sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Yuliani melalui Kasat Reskrim, AKP. Adek Chandra didampingi KBO Reskrim. Iptu Elvis Susilo, Selasa siang (31/3) di Mapolres Payakumbuh Jalan Pahlawan. 

Kepada penyidik di Mapolres, tersangka TAM mengatakan bahwa kasus tersebut bermula sejak satu bulan lalu dimana dirinya merental mobil MD, untuk dipergunakan sehari-hari dengan harga rental perhari Rp 250 ribu. Karena sudah lama mobil dipakai, sedangkan uang untuk membayar sewa rental belum ada, sehingga timbul niat pelaku untuk menjual mobil kepada seseorang dengan harga Rp 130 juta. 

"Baru sekali ini pak, hal ini saya lakukan untuk melunasi hutang rental. Saya jual kepada seseorang seharga Rp 130 juta, tetapi baru dikasi uang senilai Rp 60 juta sementara sisanya dijanjikan,". Sebut Wanita berambut pendek tersebut. 

Hingga Kini, Polisi masih terus mendalami kasus dugaan penggelapan satu unit mobil avanza milik oknum PNS itu.

Sumber: padangcrime.com

PABRIK SAUS SAMBAL DIGEREBEK

Written By Unknown on Kamis, 26 Maret 2015 | 23.52

Tim operasional Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Payakumbuh, Kamis (26/3) sore, menggerebek sebuah pabrik pembuatan saus sambal di kawasan Sicincinhilia, Kelurahan Sicincin, Kecamatan Payakumbuh Timur.

Pabrik saus sambal milik UD Bintang Roso yang berada 100 meter dari perempatan Pakansalasa, persisnya di sebuah bangunan bekas rice milling tersebut digerebek tim operasional Satreskrim, karena diduga menyalahgunakan bahan tambahan makanan.

”Pemilik pabrik ini diduga menyalahgunakan bahan tambahan makanan yang tidak sesuai ketentuan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan,” kata Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Adek Chandra kepada Padang Ekspres usai memimpin penggerebekan.

Menurut Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani, pengerebekan pabrik saus sambal ini berawal dari informasi masyarakat dan laporan intelijen.

”Satintelkam (Satuan Intelijen dan Keamanan) kami mendapat informasi dari masyarakat. Informasi itu ditindaklanjuti Satreskrim, dengan melakukan penggerebekan,” ujarnya.

AKP Adek Chandra menambahkan, saat tim operasional Satreskrim melakukan penggerebekan di pabrik saus UD Bintang Roso, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan.

Misalnya di belakang bangunan pabrik, tim mendapati ribuan bungkus saus sambal bermerek ”Niki Nikmat” dan ”Sedap Nikmat” yang dibuang ke dalam sebuah lobang besar menyerupai kolam ikan.

”Kami belum dapat kepastian, kenapa saus sambal yang sudah dibungkus dalam plastik dan diberi merek tersebut, sampai dibuang ke dalam sebuah lobang menyerupai kolam yang penuh saus sambal. Dibilang sudah kedaluarsa, tidak juga. Karena di mereknya tertulis kode kedaluarsa 2016. Ini kan janggal,” ujal AKP Adek Chandra.

Selain janggal, saus-saus sambal yang dibuang begitu saja ke dalam lobang besar dekat tanah tersebut diduga bisa membahayakan lingkungan.

Karenanya, saat menggerebek, AKP Adek Chandra didampingi KBO Satreskrim Iptu Elvis Susilo dan Komandan Tim  Buser Bripka Noviansyah sempat berkoordinasi dengan lurah setempat dan petugas Diskes.

Keanehan lain juga ditemukan tim operasional Satreskrim, saat melihat bagian dalam pabrik. ”Di dalam pabrik kami menemukan banyak fakta. Misalnya, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat saus sambal, hampir seluruhya bahan kimia yang diduga berbahaya bagi kesehatan,” kata AKP Adek Chandra.

Kalaupun ada bahan-bahan alami yang digunakan pemilik pabrik, menurut AKP Adek Chandra, hanya ubi kayu yang sudah diracik-racik dan dijadikan sebagai tepung ubi dan tepung terigu. Namun menurutnya, tepung yang tersimpan dalam puluhan karung tersebut sebagian sudah ditumbuhi jamur.

”Tepung inilah yang digunakan untuk bikin saus sambal. Sedangkan cabai dan tomat alami tak dipakai. Diganti dengan zat-zat kimia. Cabai diganti dengan capsio, tomat diganti dengan garlio. Untuk memberi warna merah dipakai ponseao 4R dan sunset yellow. Bahan-bahan kimia ini sudah kami amankan,” beber AKP Adek Chandra.

Kecuali memantau bahan-bahan yang digunakan untuk membuat saus sambal, tim operasional Satreskrim juga melihat mesin, ruang produksi, dan kolam-kolam penampung saus yang dihasilkan.

”Diduga, tempatnya tidak higenis. Banyak saus yang sudah diproduksi, tapi dibiarkan dalam bak penampung,” ujar AKP Adek Chandra. Sayang, pemilik pabrik atau owner UD  Bintang Roso tak berhasil dimintai keterangan oleh polisi.

Menurut lima karyawan yang bekerja di pabrik tersebut, bos mereka seorang wanita berinisial DR di Surabaya. ”Keterangan lima karyawan yang berada di pabrik, bos mereka keluar kota. Pergi ke Surabaya,” tukup Iptu Elvis.

Untuk sementara, kasus penggerebekan pabrik saus sambal ini masih dalam penyelidikan Unit Reserse Ekonomi, Satreskrim Polres Payakumbuh. Sementara lima karyawan pabrik, masing-masing WDO, SA, AN, YN, dan RS, kemarin sore terlihat berada di ruang Satreskrim untuk menjalani proses penyelidikan.

Menurut WDO, sebelum membuat pabrik saus sambal di Sicincihilia, bos mereka DR, membuka usaha di Jalan Rasuna Said Nomor 12, Balai Nan Tuo, Tiaka. DR juga disebut WDO mengantongi sejumlah izin.

Di antara izin usaha yang dikantongi DO dan copy-nya sudah diamankan polisi adalah SIUP Kecil, TDP, TDO, serta  HO/Izin Usaha. Semua dokumen tersebut, terlihat diterbitkan Pemko Payakumbuh tahun 2010 lalu, tapi dengan alamat di Jalan Rasuna Said, bukan di kawasan Sicincinhilia.

Selain izin dari Pemko, juga ditemukan sertifikat halal dari MUI, namun dengan berlaku 2010-2012. ”Kami akan periksa lagi semua izin-izin ini,” kata AKP Adek Chandra.

Sementara, empat karyawan UD Bintang Roso, yakni SA, AN, YN, dan RS yang semuanya warga Sicincinhilia mengaku hanya pekerja. ”Soal izin-izin kami tak tahu. Kami hanya pekerja,” kata mereka kepada penyidik dan sejumlah wartawan. 
 
Sumber: koran padek

MACET, PKL-PARKIR PASAR IBUAH DITERTIBKAN

Written By Unknown on Jumat, 13 Maret 2015 | 23.37

Kapolres Sidak, Wako Ikut Bergabung

Tim gabungan Trantib Pasar, Satpol PP, dan Dishubkominfo Payakumbuh, Kamis (12/3) sore, menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Yani, pasar Ibuah.Selain menertibkan para pedagang, tim juga menertibkan area parkir dan kendaraan yang parkir sembarangan di jalan tersebut.

Aksi penertiban PKL dan area parkir ini dilakukan setelah Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani bersama Kabag Ops Kompol Yoserizal, Kasat Lantas Ipttu Harry M Putra, Kasat Binmas AKP Yanisman dan puluhan anggota Polri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Ibuah.

Kepada wartawan, AKBP Yuliani mengaku, sidak ke Pasar Ibuah karena penasaran dengan saran salah satu peserta rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) yang digelar Pemko Payakumbuh, beberapa jam sebelumnya. 

”Tadi, saya ikut rapat Forkominda. Dalam rapat itu, ada peserta memberi saran terkait kemacetan di Pasar Ibuah. Tapi dalam saran yang disampaikan, kesannya kemacetan di Pasar Ibuah, terjadi karena Polantas kurang maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsi,” kata AKBP Yuliani.

Lantaran penasaran dengan saran tersebut, AKBP Yuliani selepas mengikuti rapat Forkominda langsung sidak ke Pasar Ibuah. Saat sidak, ia menghubungi Wali Kota Riza Falepi serta sejumlah pejabat pemko yang kemudian menyusul ke lokasi.

”Saya penasaran soal kemacetan di Pasar Ibuah. Saya cek, Satlantas sudah bikin pos di sana. Walau dibuat sendiri dengan kayu, tapi ada anggota yang ditugaskan di sana. Saya melihat Polantas sudah coba mengatasi kemacetan,” kata AKBP Yuliani. 

Hanya saja, menurut pantauan perwira polwan yang pernah bertugas di PPATK ini, ruas jalan Ahmad Yani di Pasar Ibuah kerap menjadi tempat berjualan PKL. Kemudian, kendaraan yang parkir di sana juga tak beraturan. Inilah yang  memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.

Untuk itu, AKBP Yuliani sempat menanyai sejumlah PKL yang berjualan di pinggir jalan Ahmad Yani, terutama di depan rumah bersalin dan gedung BRI. Para pedagang itu mengaku berani berjualan karena tiap hari membayar beo (bea).

”Berarti kan ada yang memungut, siapa ini yang memungut? Tentu saja mereka berani jualan,” katanya.

Selain menanyai pedagang, Kapolres mengecek lokasi parkir di Pasar Ibuah. Saat menjumpai petugas parkir memakai celana pendek, Kapolres minta Dishub menertibkan. ”Petugas parkir yang resmi itu pakai baju dan tanda pengenal. Kalau tidak, bisa dianggap liar,” ujarnya.

Tidak itu saja, Kapolres juga melihat kondisi rambu-rambu dilarang parkir yang terpasang pada bagian lain di kawasan Pasar Ibuah.Di mana, banyak kendaraan parkir di seberang rambu-rambu tersebut.

”Mestinya, ini dibenahi juga. Jangan hanya menilai Polantas tak maksimal. Kalau ada Polantas yang menerobos rambu, sepanjang pakai baju dinas bisa jadi itu dilakukan untuk mengamankan pengemudi yang terlebih dahulu menerobos,” ujar AKBP Yuliani. 

Selepas AKBP Yuliani menanyai pedagang dan juru parkir, tim gabungan Pasar, Satpol PP, dan Dishubkiminfo langsung melakukan penertiban. Para pedagang yang jualan di pinggir jalan dan kendaraan yang parkir sembarangan nampak dipindahkan. 

Wali Kota Riza Falepi yang turun bersama Kadiskoperindag Dahler dan Kasatpol PP Fauzi Firdaus mengapresiasi quick respons Kapolres dan jajaran. Wali Kota mengimbau  jajaran pemko, meningkatkan pola koordinasi dan komunikasi dengan seluruh instansi vertikal di daerah ini. 

Kapolres Yuliani sendiri tak mempersoalkan lagi saran peserta rapat Forkominda yang membuatnya sidak. ”Ada hikmahnya juga sih saran tersebut. Paling tidak, sore ini pertigaan jalan di Pasar Ibuah tertib. Besok (hari ini), juga akan dilakukan penertiban,” ujar AKBP Yuliani.
 
Sumber: koran padek

DANDIM, DUA KAPOLRES GEREBEK PABRIK PUPUK

Written By Unknown on Selasa, 10 Maret 2015 | 23.28

Dandim 0306 Limapuluh Kota Letkol Inf Trisno Widodo bersama Kapolres Limapuluh Kota AKBP Tri Wahyudi dan Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani, Senin (9/3) sore, menggerebek sebuah pabrik pupuk yang diduga sebagai pupuk KW2 atau pupuk oplosan di Jorong Tanjuanggadang, Nagari Tanjuang Gadang Rumah, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Penggerebekan yang melibatkan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan itu berawal dari informasi yang diterima Letkol Inf Trisno Widodo dari masyarakat, saat blusukan ke nagari-nagari untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sekaligus, mendukung program kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di bidang kemandirian pangan.

”Waktu turun ke nagari-nagari itu, kita mendapat informasi dari masyarakat bahwa mereka masih kesulitan mendapatkan pupuk. Sementara di Jorong Tanjuanggadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, diduga ada pabrik pupuk oplosan yang mengirim pupuk ke luar daerah,” kata Letkol Inf Trisno Widodo didampingi Kasdim 0306 Mayor Inf M Kasni kepada Padang Ekspres.

Untuk menindaklanjuti informasi masyarakat tersebut, Letkol Inf Trisno Widodo mengajak Kapolres Limapuluh Kota AKBP Tri Wahyudi bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Aprizul Nazar untuk mengecek pabrik pupuk yang diduga sebagai pupuk oplosan tersebut.

Setiba di lokasi, ternyata diketahui pabrik tersebut secara administratif memang berada di Kabupaten Limapuluh Kota, tapi wilayah hukumnya masuk Polres Payakumbuh.

Karena itu, Letkol Inf Trisno Widodo yang sedang gencar-gencarnya membuat demplot percontohan untuk pertanian padi dan jagung menghubungi Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani.

Mendapat kabar dari Dandim dan Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Yuliani menyusul ke lokasi. Selain mengerahkan personel dari Satreskrim dan Satintelkam, perwira yang pernah bertugas di Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) itu juga mengerahkan personel Polsek Luhak.

Di lokasi, tim gabungan Kodim 0306, Polres Payakumbuh, dan Polres Limapuluh Kota langsung melakukan penyelidikan.

”Dari hasil penyelidikan, pabrik pupuk di Nagari Tanjuanggadang ini diduga sebagai pabrik pupuk KW2. Maksudnya, pemilik dan karyawan langsung membuat pupuk yang menyerupai aslinya. Tapi, produksinya diduga tidak ada izin,” kata AKBP Yuliani.

Untuk memastikan dugaan ketiadaan izin operasional pabrik tersebut, penyidik Polres Payakumbuh bekerja sama dengan Kodim 0306 dan Polres Limapuluh Kota sudah koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan.

”Versi kepala dinasnya, pabrik pupuk yang kita datangi bersama-sama ini memang tidak ada izin operasionalnya,” ujar AKBP Yuliani. Sayang, pemilik pabrik pupuk tersebut belum diketahui wartawan identitasnya.

”Saat pabrik didatangi bersama-sama, pemilik dan karyawannya langsung kabur. Sekarang, mereka tengah diburu anggota. Penemuan pabrik pupuk ini masih dalam proses penyelidikan. Yang jelas, ini merupakan hasil sinergisitas TNI dan Polri di daerah ini,” tegas AKBP Yuliani.

Selain melakukan penggerebekan, tim gabungan Kodim 0306, Polres Payakumbuh dan Polres Limapuluh Kota, juga melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang-bukti yang ditemukan dalam pabrik pupuk CV Agro di Jorong Tanjuanggadang. 

”Barang bukti yang ditemukan dan disita itu adalah bahan-bahan kimia berupa soufer, nitrogen, MG0, kalsium, garam industri dan garam australia. Di mana, sebanyak 5 ton di antaranya sudah diaduk dalam bentuk pupuk dan siap untuk dipasarkan,” kata Letkol Inf Trisno Widodo.

Selain itu, tim gabungan juga menemukan barang-bukti lainnya berupa 5 ton MGO, 2 ton kalsium, dan 10 ton garam industri. Lalu, ditemukan pula pupuk urea sebanyak 6 karung yang sudah digiling halus. Diduga, semua barang-barang ini dicampur untuk membuat pupuk KW2.

”Kami mendukung proses penyelidikan yang dilakukan Polres Payakumbuh dan siap mem-back-up,” tegas Letkol Inf Trisno Widodo yang tadi malam sedang menunggu kedatangan Danrem 032 Wirabraja ke Payakumbuh.
 
Sumber: Koran Padek

PEREDARAN NARKOBA DI PAYAKUMBUH MENGKHAWATIRKAN

Written By Unknown on Kamis, 05 Maret 2015 | 00.01

Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Kota Payakumbuh semakin mengkhawatirkan. Betapa tidak, meski pun berbagai lembaga termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh mengaku gencar memeranginya, ternyata belum mampu memberangus maraknya peredaran narkoba tersebut.

Parahnya, pengguna barang haram itu tidak hanya sebatas orang dewasa, namun para remaja, anak-anak usia sekolah, kaum ibu rumah tangga, oknum polisi, PNS juga banyak yang menjadi korban.

Data yang berhasil dihimpun media ini beberapa bulan terakhir, sejumlah kasus peredaran narkoba telah berhasil diungkap Satnarkoba Polres Kota Payakumbuh, sungguh mengkhawatirkan.

Setidaknya, mulai pertengahan Februari lalu Satnarkoba Polresta Payakumbuh berhasil menangkap 11 orang pengedar dan pemakai narkoba sebagian besar remaja dan dua diantaranya adalah wanita ibu rumah tangga.

Sebelumnya, Satnarkoba Polres Payakumbuh juga berhasil menciduk seorang wanita muda pengedar shabu berinitial ‘KM’ alias Kokom (35). Kemudian ‘AH’ (18) ‘JR’ (28)  dan ‘ANalias Cocon (27).

Berselang tidak lama Satnarkoba Polres setempat berhasil pula menangkap seorang oknum mahasiswa PTS di Payakumbuh berinitial ‘ER’ (23) dan seorang tukang ojek berinitial ‘S’ serta  ‘AP30). Ketiga terbukti mengkonsumsi dan menyimpan dan pengedar barang haram sejenis ganja.

Meski secara beruntun Satnorkoba Polres Payakumbuh sudah berhasil menangkap sejumlah pengedar dan pemakai narkotika, terbukti kota kecil berpenduduk 128 ribu jiwa itu belum bersih dari peredaran narkotika.

Terbukti, Selasa, (3/3) sekira  pukul 22.00 Wib bertempat di belakang heler Aji Mani Kelurahan Padang Kaduduk, Kecamantan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh Satnarkoba Polres Payakumbuh berhasil pula mengamankan ‘JI’ (34), ‘ JM’ (31), ‘AA’ (22), dan ‘ NM’ (29).b. Dari tangan keempat tersangka anggota satnarkoba berhasil menyita 2 butir obat penenang merk H dan 1 paket ganja.

Kapolres Payakumbuh, AKBP. Yuliani didampingi Kasat Resnarkoba, AKP. Russirwan Rabu (5/3) mengatakan, kasus peredaran narkotika di daerah ini memang sangat mengkhawatirkan.

“Untuk memutus mata rantai maraknya peredaran narkotika di daerah ini, kita minta peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan pengawasan. Jika ada hal-hal yang mencurigakan dan patut dicurigai adanya peredaran narkotika di lingkungan daerah ini, tolong dilaporkan,” ujar Kapolres Payakumbuh, AKBP. Yuliani.

POLISI RINGKUS ENAM PERAMPOK

Written By Unknown on Jumat, 27 Februari 2015 | 22.14

Enam orang perampok berhasil diringkus Satreskrim Polres Payakumbuh bersama anggota Polres Bukittinggi di Padang Tarok Kabupaten Agam, propinsi Sumatera Barat, Rabu (25/2).

Para pelaku ditangkap saat tengah merencanakan perampokan di daerah Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar, di salah satu rumah tersangka di Padang Tarok Kabupaten Agam. Diketahui, Enam pelaku tersebut adalah Target Operasi (TO) sejumlah Polres di Sumatera Barat.

Para pelaku, MS (38), warga Padang Tarok, Kabupaten Agam; MT (50) warga Padang Pasir, Kota Padang; AK (33), warga Batu Taba, Padang; JM (35), warga Padang; KP (30), dan ER (37) warga Subarang Palinggam Padang.

Para pelaku mengaku target mereka rumah yang berpenghuni dan rumah yang ditinggal pemilik. Mereka lakukan pada malam hari. Terbilang nekad, mereka melakukan aksi tanpa harus membaca situasi.

ER terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas. Saat ditangkap ia berusaha untuk kabur, tidak menghiraukan peringatan dari polisi. Akibatnya anggota terpaksa menembak pelaku.

Selain mengamankan enam  pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, karena hasil dari tindak kejahatan yang dilakukan pelaku ada di daerah lain. Barang bukti yang ada di Polres Payakumbuh adalah satu unit mobil jenis Toyota Avanza nomor polisi BA 1828 QD, merupakan mobil rental para pelaku, satu unit televisi, laptop, kunci leter T, obeng, dan linggis.

Mereka beraksi dengan mengendarai mobil Toyota Avanza. Melihat rumah yang mungkin jadi target. Begitu menilai ada target, mereka langsung turun memasuki halaman, dan mencongkel jendela. Dari pengakuan pelaku, aksi mereka lakukan tidak hanya di satu daerah. Di wilayah hukum Polres Payakumbuh dan Limapuluh Kota para pelaku sempat melakukan aksinya di Tanjung Pauh, Aua Kuning, Suliki, dan Payobasuang.

"Saat penghuni rumah tertidur lelap, kita baru melakukan aksi, sembari mencongkel jendela kami masuk untuk menjarah seisi rumah," kata AK.

Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani mengatakan, ke enam pelaku diduga sudah sering melakukan aksinya. Pergerakan komplotan tersebut cukup licin, sulit untuk diketahui.

"Para pelaku terbilang cerdik dan pintar membaca situasi, dari pengakuan mereka jarang dalam setiap aksi yang dilakukan tidak membuahkan hasil," Kata Yuliani.

Akibat perbuatan yang mereka lakukan, para pelaku terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Sumber: komapos.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2015. POLRES PAYAKUMBUH - All Rights Reserved
Template Created by Polres Payakumbuh Published by Admin
Proudly powered by Blogger